Isnin, 25 Mac 2013

Gadis Kolej Part 1

Terlebih dahulu aku memperkenalkan diriku, Tukang Masak disebuah hotel terkemuka di sebuah pulau diutara semenanjung.Di pulau ini juga terletaknya dua buah pusat francias.Aku ada adik beradik yang belajar disitu.Tiga sepupu dengan ku.........aku dengan ayahnya sepupu....... bermakna....... dia memanggilku peringkat bapa saudara pupu.

Aku sudah berkahwin dan mempunyai seorang cahaya mata.............pengalaman aku macam ni............ Tiap-tiap cuti hujung minggu ia selalu berkunjung kerumahku.Setiap kali ia datang....wife aku selalu ada dirumah.Selang beberapa minggu.....ia datang seorang kerumahku.......wife aku tak ada dirumah.......... pulang ke tanah besar kerana ada urusan.Aku sudah lama mengidam tubuhnya.........tetapi tak ada peluang untuk mendekatinya.Mana-mana lelaki yang tengok dia pasti geram....... kerana bentuk tubuhnya yang mengiurkan dan montok.

Masuklah Hanim apa yang hendak ditakutkan, kataku lagi.Tak nak masuklah pasal Mak su tak ada............kalau nak balik nanti Pak Su hantar............pujukku lagi.Ia masuk kerumahku dan menghempas ponggongnya di sofa...........mengadap kekaca TV.Dia menonton filem Maria mariana 11.Aku cadangkan kepada dia menonton satu..........filem yang ia belum pernah tengok..........ia menerima cadanganku.

Tanpa membuang masa...........aku menayangkan sebuah filem sex Jepun.............mengandungi jalan cerita.Aku biarkan Hanim menonton seorang diri.........kali ini perangkapku pasti mengena.Ia begitu asyik maksyuk menonton tayangan yang belum pernah di lihatnya...............sampai tak sedar aku duduk di sebelahnya.Mulutnya terbuka sedikit............. dia tak duduk diam,ponggongnya bergerak ke kiri dan kanan.

Aku tarik tubuhnya disampingku.............Hanim tak membantah........dan mengikut saja. Aaiikkkkk........... boleh ni.........tanpa membuang masa,aku memeluk dan mencium pipinya yang putih gebu.Warna kulitnya putih kuning, tubuhnya taklah sebesar mana.......dengan aku tingginya cuma paras bahu aku saja. Hanim gementar dan tekejut dengan tindakanku yang sangat berani.....ia menarik pipinya yang gebu.Apa cara sekalipun aku mesti mendapatkan tubuhnya juga.........sekiranya aku melepaskan peluang ini orang lain akan menidurinya dulu.Kebanyakan rakan-rakanku yang datang kerumahku..........ingin meniduri dan mengecapi tubuhnya yang montok dan mongel itu.

"EEeehhhhh........PPpaakkk SSssuuu ni beraninya..............,"Hanim memandangku dengan muka yang merah padam. "Biasalah....................,"jawabku selamba.

Aku memeluknya kembali dengan kemas..........sambil ku mengulum bibirnya yang nipis dan kecil........... jemariku meramas-ramas gunung pejalnya disebalik baju kebayanya.Umurnya baru menjangkau 18 tahun. Dengan tindakanku yang berani.............aku kucup bibirnya dengan rakus.....sambil jemari tanganku meramas gunung pejalnya.Aku kulum lidahnya dan kusedut dalam-dalam........Hanim memejamkan kedua matanya dan mulutnya sedikit terbuka.Hanim terasa macam ada satu aliran elektrik yamg menjalar ketubuhnya.

"Macamana..........Hanim............,"tanyaku sambil menahan gelora nafsu. "PPpaakk SSsuuu........," bisik Hanim perlahan,kelihatan ketakutan.

Aku kucup semula bibirnya..........namun dengan cepat dia menolak tubuhku dan melepaskan lingkaran lenganku ditengkoknya.Aku memeluknya dari belakang dengan kemas...sambil lidahku menjilat tengkoknya,tanganku merayap-rayap menyelusup masuk kedalam baju kebayanya.Aku meramas-ramas gunung pejal yang masih ditutup colinya.Jari jemariku gementar menahan gelora nafsu.....aku meramas-ramas disegenap tubuhnya.........ia tidak berdaya menolak tubuhku lagi.Aku pusingkan mukanya mengadap mukaku......aku terus mencium bibir dan mengulum lidahnya dengan ganas,sementara tanganku meramas-ramas ponggongnya.

Hanim mengeliat kelemasan "AAAaahhhhhh...........PPPaakkkk SSSsuuu.......,"Hanim merintih perlahan penuh nikmat.

Aku senyum sendirian...........aku menang dalam pertarungan untuk menaikkan nafsu syahwatnya.Jari jemari tanganku yang berada di celah pehanya.....kumainkan perana dengan lebih lancar lagi.Hanim menjerit kecil dan mengeluh perlahan.

"OOoohhh.......PPppaakkk SSsuuuuuuu...........,"Bisiknya perlahan.

Aku mengangkat tubuh yang montok.........masuk kekamar tidurku,aku terlentangkan tubuhnya......... sambil mulutku mengulum bibirnya.Aku menindih tubuhnya yang montok dengan perlahan........ tanganku lengkapkan pada bukit cicapnya.Jemari tanganku mula merayap dari pangkal peha,hingga menyelunsuri baju kebayanya dan berhenti di dua buah gunung yang pejal.Jemari tanganku meramas-ramas kedua buah dadanya dengan puas.Aku merapatkan bibirku kebibirnya sambil mengulum lidahnya.Mulutnya menjerit kecil penuh dengan nikmat.

Batang zakarku terus mendesak untuk keluar mencari sarangnya Panjang batang zakarku 8 inci, besarnya sebesar pergelangan tanganku.Aku buka baju dan seluar serta seluar dalamku dihadapan Hanim.........ia terkejut melihat batang zakarku yang besar dan panjang.Selama ini ia hanya melihat batang zakar adiknya yang masih kecil...........dia memejamkan matanya kerana malu.

Aku tak peduli.........yang penting bagi aku,kenikmatan dan keseronokan beasmara dengan seorang gadis........aku peluk Hanim dengan kemas,sementara dadaku menindih dua buah gunung yang pejal.Aku mengesel batangku kebukit cicapnya yang masih dibaluti kain sarung dan seluar dalamnya. Aku mengulum mulutnya..........sambil jari jemariku membuka baju kebaya serta colinya....... tersergam indah buah dadanya yang sebesar putik kelapa.Aku sembamkan mukaku di alur buah dadanya, ketika tanganku meramas-ramas..........sambil mulutku mainkan ujung putingnya. Selang beberapa ketika,aku membuka kancing kain sarung.......sambil melurut seluar dalamnya juga.Ku benamkan mulutku dialur cicapnya..........ketika lidahku bermain dibatu permata kesayangannya.Jari antuku jurulkan masuk kedalam cicapnya yang sempit.............Hanim mengeliat kelazatan.

"MMMmmmmmm................PPpppakkkkk SSSsssuuuuuuu.....,"Hanim mendesah tak keruan,kedua belah tangannya meramas kain cadar dengan kuat.

Aku semakin ganas seperti harimau lapar yang akan menerkam mangsanya............. Kuramas dan kujilat kedua belah bukit pejalnya secara berganti-ganti.........Hanim berteriak kecil.Aku terus meramas buah dadanya.........Hanim mengeliat kiri dan kanan.

Setelah cukup puas lidah dan mulut ku megomol dan meramas buah dadanya.Aku sembamkan mukaku kecicapnya bagi kali kedua,sambil tanganku meramas-ramas ponggongnya......Hanim mengepit kedua belah kakinya kekepalaku tanda membantah...........tindakanku yang ganas terhadap cicapnya.Aku membuka kelangkangnya luas-luas.......mulutku bebas bergerak.........Hanim mengerang kecil keenakan.

"MMMMmmmmmm..........PPpppaakkkkkk Ssuuuuuuuuuu......aaauuuwwwwww........ .....hhgggggghhggghhhh................,"Hanim mengerang lazat.

Mungkin tak daya menahan nikmat yang kuhasilkan pada cicapnya.Namun tiba-tiba Hanim menjerit................ dengan suara yang perlahan..........Hanim meminta kepadaku,supaya aku cepat memasukan zakarku kedalam cicapnya....aku tersenyum puas.Hanim mengeluh manja menhayati nikmat syurga.........kali pertama ia merasakan bersetubuh bersama seorang lelaki. Jemari tanganku mengarah batang zakarku.............yang sudah tidak sabar.............ingin masuk dan merangut daranya. Aku acukan zakarku dipermukaan cicapnya.........perlahan-lahan

"OOuuuhhhhh.....PPppakkk Sssuuuu..........ssakkiittt........,"hanim memekik dan mengeliat kesakitan.

Aku kesian kepada dia.............namun aku tetap meneruskan hajatku hingga tercapai. Aku kulum bibirnya,sambilku meramas-ramas buah dadanya dengan lembut ....akhirnya aku berjaya melupakan kesakitannya dan menukar kepada kesedapan serta kelazatan.Tanpa membuang masa aku.........terus menekan batang zakarku yang besar dan panjang..........chhhrrrrrreeeeeeeesssssss.....terkoyak selaput kegadisannya.

"AAAaaaauuuuuuuuwwwwwwwwww................. hhhhhiiikkksss.... hhiikkks...... hukkkhuuuukkk........ hhhuuuhhh...,"Hanim menjerit keras dan menangis teresak-esak.

Aku mententeramkan dirinya..........sambil kugoyangkan ponggongku perlahan-lahan.......kukulum bibir dan kuhisap lidahnya,aku ramas-ramas kedua belah buah dadanya,aku gomol gunung pejalnya selisih berganti..........mendesah-desah Hanim kegelian dan nikmat kesedapan.Aku terus membenam batangku hingga kedasar......sampai kemulut rahimnya.Kulihat liang cicap kembang kuncup menahan asakan batangku........Hanim merintih kesakitan,ketika batangku menyelinap masuk kedalam cicapnya. Kemutannya begitu kuat seakan meramas batangku. Aku tolak dan tarik batangku separuh saja............. aku sorong dan tarik berkali-kali batangku dalam liang cicapnya yang sempit............... Hanim merintih kembali.Ketika Hanim sedang leka........aku mengambil kesempatan sekali lagi dengan membenamkan seluruh batangku kedalam cicapnya.

"Sssaakkkkkk........ooohhhh........sssseeddappnyyaaaaaa.......PPPakkkkk..... Sssuuuuuuu..........," erangnya perlahan,perkataan sakit sudah bertukar menjadi sedap.

Aku senyum sendirian buat kali kedua............Bagi diri Hanim itulah pertama kali mengenal erti persetubuhan dan sex.Aku teruskan dengan tarik menarik batangku........Hanim merintih kenikmatan dan kelazatan.

"AAaaaahhhhh............PPpppaakkk SSsssssuuu............,"erangnya membuatku terangsang.

Sambil itu aku kulum bibirnya...........nafasnya mendesah-desah.........Hanim memelukku dengan kedua belah kaki diapit ke ponggongku.........aku menikmati tubuh montoknya.Kuramas buah dadanya berulang kali...........sambil aku menyorong tarik zakarku ke dalam cicapnya..........aku lihat Hanim memejamkan mata.........mulutnya terbuka..........aku rasa tak tertahan...........nikmat dan kepuasan.............Hanim menjerit kecil nyilu dan penuh nikmat...........ia mula merasakan permainan tanpa pengadil.

"OOOooouuuuwwwwwwwwww........PPpppppaaakkkk SSSSSsssuuuu........Niimmm. ...niiiimmmm..........sssseedddappnnyaaaa.....,"Hanim kembali mengerang nikmat tak terucap olehnya. "AAAaaarrrggghhgghh...........Pppppaaaaakkkkkkk Suuuuuu.......sseeedddaaappnya aaaaa ....... Pakkkk Suuuu.........,"erangnya lagi.

Kubiarkan Hanim melepaskan klimaksnya..........yang entah kebeberapa kali....ku rendamkan batang zakarku.........mata Hanim terpejam rapat.........aku terus berdayung dan berdayung dalam kehangatan air pekatnya ........semakin lama semakin laju. Akhirnya aku menyerah kalah............aku benamkan seluruh batangku ke dalam cicapnya........melepaskan rasa nikmat yang tidak terhingga....." AAAaarrggghhhhhh" tubuhku mengejang,melepaskan tembakan air maniku ke dalam liang cicapnya, hingga membanjiri kawasan luarnya.Aku meraung keras..........melepaskan rasa penat leleh selama 3 jam aku bertarung dengan Hanim.

"OOOOOooouuuuggghhgghhhhh.........PPPaakkkk SSssuuuuu...........,"Hanim mendesah melepaskan klimaksnya. "HHHhhhhhgggghhhhggghh.........Haaaa.......nniiimmmmmm.......hhhgggrrkkk.... ...........ooooouuuugggghhhh........,"erangku sambil mengomoli tubuh montoknya.

Aku bangga kerana aku berjaya meniduri seorang gadis yang aku idam selama ini.....masih dara lagi.Sebelum aku menghantar Hanim pulang ke tempat penginapannya.........aku mengambil kesempatan menidurinya melebihi daripada 4 kali.....sehingga Hanim tak mampu menahan asakan dariku.Nafsu sexku cukup kuat..........

Tiada ulasan: