Ahad, 1 Mei 2011

Camping Ria Part 2

Pernah suatu hari Pak Paijo meminta kami ke desanya dan menginap semalam karena anaknya kawin. Aku mengantar istriku pagi harinya karena istriku diminta membantu mempersiapkan konsumsinya, sedangkan aku kembali ke kotaku karena ada pekerjaan yang aku selesaikan.

Malam itu, Istriku diminta bersanggul dan memakai kain kebaya dan kain panjang, tapi tidak lazimnya istriku disuruh memakai camisole hijau di balik kebayanya yang tembus pandang sehingga puting susu istriku tersembul di balik kebaya hitam yang tembus pandang dan leher kebaya itu begitu rendah sehingga belahan payudara istriku amat sangat tampak dan membuat lelaki yang di depannya akan mudah melihatnya. Sedangkan, kain panjang yang dipakai istriku benar-benar ketat memperlihatkan pantat bahenol istriku, ironisnya kain panjang istriku tampak longgar di bagian bawahnya bahkan apabila istriku melangkah terlalu lebar paha padat istriku yang mulus akan tampak.

Malam itu istriku, diminta sebagai penulis pemasukkan uang dan letaknya agak tersembunyi di samping belakang penerima tamu dan aku tak mengerti ada semacam pita merah di tengah belahan payudara istriku. Malam itu, aku sedikit terlambat datang dan anak-anak Pak Paijo menyambutku dan mempersilahkan aku duduk di di deret kedua bagian depan Tanpa sengaja, aku melihat saat serombongan lelaki tua datang berjumlah 3 orang dan tanda yang dipakai seperti yang dipakai istriku semacam pita merah di dadanya.

Saat ke tiga orang itu datang, terlihat mereka sangat dihormati oleh penduduk yang datang ke undangan Pak Paijo bahkan Pak Paijo sendiri yang menyambut mereka bertiga dan menunggu satu per satu menulis nama dibuku undangan dan alangkah terkejutnya aku saat lelaki pertama memberikan setumpuk uang di meja tempat istriku menulis dan yang lebih mengagetkanku, Pak Paijo memberitahu kepada lelaki itu dan lelaki tua itu pun menatapku, dan dengan tanpa ragu orang tua itu mendekat ke istriku yang sedang menulis uang yang diterimanya dan tangan kanannya tanpa ragu langsung memencet puting susu istriku yang tampak menonjol dibalik camisole dan kebaya tembus pandang itu dan tak ayal lagi istriku langsung mendesis. Begitpula, lelaki berikutnya ada yang memencet dan memelintir puting susu istriku, bahkan meremas remas payudara istriku tanpa rasa takut, maupun malu.

Perasaankupun semakintak karuan, saat waktu makan dimana ke tiga orang itu diminta di kamar khusus untuk menikmati hidangan dan istriku diminta yang melayani oleh Pak Paijo. Pak Paijo sendiri duduk bersamaku tanpa ada orang lain di depan kamar khusus itu dan akupun tak bernafsu makan saat kulihat ke tujuh lelaki tua itu, minta dilayani seperti pembesar atau boleh dikatakan sebagai para tuan besar, dan kulihat lelaki tua yang pertama memencet puting susu istriku, saat itu dengan enaknya menjamah payudara kanan istriku saat istriku mengambilkan air minum untuknya saat mereka selesai makan dan seteleah istriku memebersihkan meja makan itu, awalnya istriku tampak menolak, tapi dengan kasar lelaki tua itu memegang tangan istriku dan mendudukkan istriku dipangkuannya dan begitu istriku dipaksa duduk oleh lelaki tua itu kulihat mulut lelaki tua itu meniup tengkuk istriku dan hanya dengan tiga tiupan tampak istriku lunglai dan selanjutnya lelaki tua itupun meremas remas kedua payudara istriku yanng masih terbungkus camisole dan kebayanya dari belakang. “Paaak, jangaan ….’rintih istriku, tetapi lelaki tua itu tak perduli oleh rintihan istriku dan kini meminta istriku untuk menurunkan camisole nya pelan.

“Ayo, turunkan pelan,” perintahnya. “Jangan, paak,”istriku menghiba, tapi kedua tangan istriku tetap menurunkan camisole pelan sehingga kedua puting susu nya secara langsung tergesek oleh camisole nya hingga aerola istriku bagian atas tampak. “Tarik ke atas lagi …..”perintahnya dan istriku menarik ke atas camisolenya dan kulihat istriku tampak mulai bernafsu saat ntuk kedua kalinya camisolenya menggesek kedua puting susunya dan hingga bulatan payudara istriku bagian bawah tampak dan lelaki tua itu sekali lagi memerintahkan istriku yang mulai meradang dan mendesis lemah itu.

“Ayo, turunkan lagi, ditarik, diam, ditarik, diam,”perintahnya “Ecch, ecch, eech, eech,”kdengar istriku mendesis desis saat puting susu seperti tersentak sentak digesek oleh camisolenya. Tampak olehku kedua puting susu istriku sudah mencuat menegang kaku menandakan nafsu istriku sudah naik.

Karena tarikan terakhirnya agak keras maka secara bersamaan kedua puting susu istriku langsung tersingkap dari camisolenya. “Aku suka ini..”kata lelaki tua itu dan kedua tangan keriputnya langsung memencet kedua puting susu istriku yang langsung mendesis. “Paaak ….jangaaa eeenngngngccchhh ….”istriku mendesis saat jari jari tangan keriput it menarik kedua puting susu istriku “Ampuuun paaak …”desis istriku saat lelaki tua itu memelintir keras puting susu istriku sambil menariknya Kulihat kedua lelaki tua lainnya menelan ludah saat ketuanya menarik narik sambil memelintir kedua puting susu istriku. Lelaki tua itu, dengan tanpa kasihan menarik keatas kedua puting susu istriku yang mengerang kesakitan sehingga kedua tangan istriku menangkup kedua payudara sendiri, sambil ikut berdiri.

“Ampuuun paaaak saaaakiiiitt……”erang istriku Tangan kanan lelaki tua itupun menarik ke bawah sehingga tubuh istriku pun mengikuti arah tarikan lelaki tua pada puting susu istriku dan akhirnya lelaki tua itu menarik puting susu istriku hingga tubuh istriku menelungkup di meja makan. Lelaki tua itu bahkan menarik puting susu istriku hingga kedua kaki istriku berjinjit.

“Ampuuun paaaak ampuuun saaakiiiit eeccchhh …suddaaah paaaak ..”istriku merintih rintih kesakitan, tetapi lelaki tua terus menarik puting susu istriku sehingga tubuh istriku tertelungkup membujur di meja makan itu dan kaki kiri istriku akhirnya terangkat dan kain panjang istriku tersingkap karena tarikan kaki kirinya dan paha padat istriku tersingkap, secara langsung lelaki tua menyusupkankan tangan kirinya ke paha istriku “Paaaaak jangaaaaan …”rintih istriku saat tangan kiri lelaki tua mengelus paha padat istriku dan terus menyusup ke kain panjang istriku yang terbuka menuju selangkangan istriku.

“Paaaak sudaaheeecccchh ……”istriku mendesis saat lelaki tua menggosok-ngosok selangkangan istriku. “Lebat juga,”kudengar komentar lelaki tua itu setelah merasakan selangkangan istriku yang rupanya tak memakai celana dalam malam itu. Tangan lelaki tua itupun menarik puting susu istriku kembali sehingga posisi kepala istriku sejajar dengan punggungnya menjauh dari meja makan. “Paaak suddaah ecch eech eech…”istriku mendesis desis dan kedua tangan istriku memegang pergelangan tangan kanan lelaki tua yang tengah menarik puting susu istriku ke bawah dan kini istriku menungging dimana pantat bahenol lebih atas dari kepalanya dan “Mmmmffff paaaak …..”istriku mendesis saat tangan kiri lelaki tua menggosok-ngosok kembali selangkangan istriku dan pantat bahenol istriku mulai bergoyang oleh gosokan lelaki tua itu.

Kedua lelaki tua yang lainpun berdiri mendekati istriku yang menungging nungging kan pantat bahenol nya yang masih terbalut kain panjang akibat gosokkan ketua para lelaki tua itu di selangkangan istriku yang terus mendesis desis.

“Paaak …. ampuuun eecch eeccch …”istriku merintih kembali dan rupanya istriku telah mengeluarkan lendir di bibir vagina nya saat lelaki tua itu menggosok-ngosok selangkangan istriku mngeluarkan bunyi kecepak “cek cek cek” dan kedua kaki istriku semakin melebar seakan memberi ruang tangan kiri lelaki tua yang terus semakin ganas menggosok-ngosok selangkangan istriku.

“Din … To …Angkat perempuan ini..”kata lelaki tua itu kepada dua temannya yang sudah berada di sebelah kiri dan kanan istriku dan mereka berdua mengangkat tubuh istriku ke atas meja makan di depan ketua mereka seolah menyanjikan makanan buat ketua mereka.
“beres juragan Diran..”jawab Pak To dan Pak Din
Kedua lelaki tua yang dipanggil Din dan To mengangkat tubuh istriku dengan kasarnya mengkangkangkan kedua kaki istriku dan tampaklah selangkangan istriku yang tak memakai celana dalam dan ditumbuhi bulu bulu lebat. “Bener, Paijo, jembutnya lebat perempuan ini “komentar lelaki tua melihat selangkangan istriku.

“Paaak …”istriku mendesis kembali saat telunjuk lelaki tua mencolek colek selangkangan istriku dan “Paaaak sudd …. eeech …eecch ..”istriku merintih kembali saat daerah kelentit istriku dicolek colek dan Pak To dan Pak Din yang memegangi istriku kini menarik ke atas kedua lutut istriku sehingga kedua kaki istriku terkangkang lebar memperlihatkan bibir vagina istriku yang berbulu lebat yang telah lembab oleh lendir kewanitaannya dan
menyodorkan selangkangan istriku ke pada lelaki tua yang duduk di depan istriku hingga pantat bahenol istriku di pinggiran meja makan itu. Istriku mengerang kembali saat jari ibu jari kiri lelaki tua itu menggosok-ngosok kelentit istriku yang tubuhya dipegangi oleh dua lelaki tua lainnya dan pantat bahenol istriku pun bergetar hebat, sedangkan jari-jari tangan kanannya dengan ganasnya menggosok-ngosok bibir vagina istriku.

“Mmmmpppffffaaaaaaacccchhkkkkk ……”istriku melenguh kepala istriku yang bersanggul terdongak ke atas dan bunyi kecepak dari selangkangan istriku terdengar amat jelas dari tempatku duduk.

Sementara itu , Pak Din dan Pak To yang tengah memegangi tubuh istriku juga mulai beraksi dimana Pak Din dan Pak To mulai meremas remas kedua payudara istriku yang terkual dari camisole nya. Aku hanya ternganga melihat istriku yang mendesis, mendesah dan mengerang erang yang sedang dikerjai dan diobok obok tubuh sintalnya oleh ketiga lelaki tua yang ganas itu.

Pak To dan Pak Din kini bukan saja meremas remas kedua payudara istriku tetapi juga memelintir kedua puting susu istriku yang tak dapat bergerak oleh pegangan kuat kedua lelaki tua itu.

“Sudddaaaah paaaakkk heeeeggghhhhh ….”istriku mengerang kembali saat Juragan Diran itu membuka lebar bibir vagina istriku dan kepala istriku mendongak ke atas saat Juragan Diran menjulurkan lidahnya dan menjilati bibir vagina istriku yang terbuka lebar itu, kini Juragan Diran itu memegang dan meremas remas pantat bahenol istriku sambil bibir tebalnya menyedot nyedot bibir vagina istriku dan suara sreep srep hirupan Juragan Diran semakin keras seperti orang yang kehausan minum dan tubuh istriku kejang kejang oleh perlakuan itu.

Bahkan Juragan Diran menjulurkan lidahnya ke liang vagina istriku dan erangan keras istriku terdengar kembali saat lidah lelaki tua memenusuk dan menari nari di liang vagina istriku.

“Heeeeghhhh heeeggghhhh .”istriku mendesis desis, kedua telapak kaki istriku yang masih memakai sandal berhak tinggi itupun mengejang dan kedua tangan istriku mengepal dan kedua bola matanya terbalik dan kepala istriku mendongak ke atas oleh kenikmatan di liang vagina nya. Nafas istriku mendengus dengus dan mulutnya meracau tak karuan, keringat istriku membasahi kebaya hitam tipis transparan, kedua payudara montok istriku naik turun tak teratur tengah diremas remas Pak To dan Pak Din Rupanya Juragan Diran sangat pandai membuat wanita puas oleh permainannya dan istriku telah menjadi korban permainannya, tubuh istriku tampak semakin lemah oleh perlakuan ketiga lelaki tua itu.

Jari-jari tangan Juragan Diran menggosok-ngosok kembali bibir vagina istriku dan ibu jari Juragan Diran menggosok-ngosok kembali kelentit istriku dan lidah Juragan Diran menjilati lubang anus istriku yang semakin keras mengerang. Pak Din dan Pak To menidurkan istriku yang lunglai dan menarik kedua lutut istriku hingga kedua kaki istriku terkangkang lebar seperti orang jongkok sambil tiduran sehingga liang vagina dan lubang anus istriku terbuka lebar dan Juragan Diran menjilati keduanya bergantian dan istriku mengerang tak karuan seolah istriku menangis dan kulihat Juragan Diran membuka kedua bulatan pantat bahenol istriku hingga lubang anus istriku semakin terbuka lebar dan Juragan Diran menjulurkan lidahnya kembali dan menusukkan ke lubang anus istriku, istriku kupun mengerang dan mengejan keras oleh tusukan lidah Juragan Diran di lubang anus nya.

Sementara itu, jari-jari tangan Juragan Diran mulai menerobos masuk liang vagina istriku. Juragan Diran benar benar pandai memuaskan istriku dan dapat menahan orgasme istriku dan lama kelamaan nafas istriku memburu dan akhirnya “Paaaaak akuuuu taaaak kuaaaat lagiiiiiii eecccch ngngngngngngngng …..”istriku mengejan keras dan pantat bahenol istriku tersentak sentak saat mencapai orgasme pertamanya malam itu Juragan Diran kemudian berdiri dan membuka ikat pinggang dan membuka resleting celananya dipelorotkan celananya dan rupanya Juragan Diran tak memakai cawat dan pantat kerempengnya terlihat, hatikupun berdegup kencang ketika kulihat batang kemaluan Juragan Diran yang panjang dan besar itu dan ujung penis nya yang besar seperti kepala jamur sudah menegang kaku. Jari-jari tangan Pak To dan Pak Din membuka lebar bibir vagina istriku untuk Juragan Diran yang tengah mengarahkan batang kemaluan berkepala jamur ke bibir vagina istriku yang terbuka lebar.

Juragan Diran menggosok-ngosok kepala jamur batang kemaluan nya di bibir vagina istriku yang mengelinjang dan “Eccccch bezzzaaaaaaar ….”kudengar istriku mendesis. “Ampppfffuuuunnn paaaaak … bezzzaaar nghnghnghngh …..aamppppuunn paaaak bezzz hhhheeeeggghhh …”istriku mendesis desis. Kulihat bibir vagina istriku menggelembung menerima besarnya kepala jamur Juragan Diran dan kedua tangan istriku mencengkeram erat pinggiran meja makan itu merasakan liang vagina disumpal oleh kepala jamur batang kemaluan Juragan Diran.

Juragan Diran dengan pelan tapi pasti menekan masuk batang kemaluan nya yang besar itu lebih dalam di liang vagina istriku, tiba-tiba kedua tangan keriput Juragan Diran memegang kepala istriku dan menekan batang kemaluan nya ke liang vagina istriku kembali.

“Ammpfffuuun paaaak …….”istriku mengerang kembali
“Panggil aku Juragan Diran, lonte … Siapa namamu, lonte” Juragan Diran mengatakan istriku lonte
“Ampuuun Juragan Diraaaan ….. Aku Yatiiii …. sudaaah Juragan Diran …saya saakiiit ….”erang istriku.

dan pantat keriputnya bergoyang maju mundur pelan dan hanya tiga gesekkan pelan “Ecccccch akuuu oooccch …. keluaaaar …..”rintih istriku pantat bahenol istriku tersentak sentak saat orgasme kedua nya tercapai. Juragan Diran terus menggoyang pantat kerempengnya dan “Uuucccch juraaaaagaaaaaan ……. ngngngng …”pantat bahenol istriku tersentak sentak kembali saat orgasme ketiganya.

“suddaaaaah Juragan Diran …….”istriku mengerang kembali oleh gosokkan batang kemaluan Juragan Diran di liang vagina istriku dan “Ngngngngngngngng ………”istriku mengerang keras saat orgasme keempatya meledak dan tubuh istriku lunglai dan pantat bahenol tersentak sentak kembali

“Sudah Juragan Diran aku capai….”rintih istriku “Belum, lonte Yati, tubuhmu sudah tak beli semalam ini he he …” kata Juragan Diran. Akupun terkesiap, tapi Pak Paijo langsung memegang tanganku dan seperti biasanya Pak Paijo menguasai diriku. “Paijo sudah terima uangnya he he …. kau milik ku malam ini Yati he he …kau lonteku malam ini … kau pelacurku malam ini ….. kau sundalku malam ini …. he he …”kata Juragan Diran terkekeh kekeh.

Pak Paijo kemudian menggelandangku masuk ke kamar dimana istriku yang dipegang oleh Pak To dan Pak Din diatas meja makan dan liang vagina tengah disumpal oleh batang kemaluan Juragan Diran yang besar panjang itu. “Ini suaminya Juragan Diran ‘” kata Pak Paijo “ha ha ini istrimu ?”tanya Juragan Diran padaku. Aku hanya terbengong dan “kau jual berapa istrimu ke Paijo ?katanya menghina “Istriku gak tak jual ..”hanya kata kata itu yang dapat keluar dari mulutku Tiba-tiba mata Juragan Diran melotot ke Pak Paijo. “Kau gila Joooo ….” dan Pak To dan Pak Din melepas pegangannya pada istriku dan entah dengan tenaga apa mereka seolah memukul dan tersungkurlah Pak Paijo dan aku hanya dapat melihat Pak Paijo menggeliat geliat sambil meringis kesakitan.

“Maafkan saya Jeng Yati..”kudengar Juragan Diran berkata pada istriku dan dengan lembut Juragan Diran mendudukkan istriku yang lunglai. “Maafkan saya Jeng Yati, saya salah, kurang ajar Paijo itu…”sambil memeluk mesra istriku “Jeng Yati, sebenarnya apa?”tanya Juragan Diran ke istriku “Saya dosen Bahasa Inggris, Juragan Diran ,”kata istriku “Maafkan saya Jeng Yati. Jeng Yati kalau gitu gurunya mahasiswa, ya..”katanya “Ya, Juragan Diran “kata istriku lembut “Jangan panggil saya Juragan Diran , Jeng Yati,” katanya. “saya suka memanggil bapak “Juragan Diran”, kata istriku manja dan aku semakin terbengong saat istriku memeluk mesra tubuh kerempeng Juragan Diran “heh kenapa, Jeng Yati?”tanyanya “Nggak tahu Juragan Diran, aku nggak tahu Juragan Diran, aku rasanya pingin jadi lonte Juragan Diran , pingin jadi pelacur Juragan Diran, pingin jadi sundal Juragan Diran,aku sangat terangsang ” kata istriku nerocos.

Juragan Diran memeluk erat istriku. “maafkan saya Jeng Yati,”katanya berbisik. “memang kalau wanita sudah keadaannya seperti Jeng Yati, punya saya di dalam punya Jeng Yati, pasti ingin jadi …. lonte saya, Jeng Yati…”katanya lemah. “’Anuku’ nggak bisa copot dari ‘punya’ Jeng Yati sebelum saya keluar …,”kata Juragan Diran semakin mesra memeluk istriku. “Juragan Diran pingin apa?tanya istriku “Punyaku harus masuk dan keluar setidaknya 10 kali, tapi pasti sakit kalau tidak santai dan hanya bisa 3 kali tapi bila mau minum ….. air ….”kata Juragan Diran terpatah patah “Aku mau minum air mani Juragan Diran ..”kata istriku . “Ayo masukan kontolmu Juragan Diran …”kata istriku seperti pelacur.“Tekan kontolmu Juragan Diran, panggil aku seperti tadi… akuuu lontemu, Yati lontemu Juragan Diran…ayooo tekan ke torokku … jejali torokku ….”istriku mendesis dan Juragan Diran langsung menggenjot pantat kerempengnya melesakkan batang kemaluan besarnya ke liang vagina istriku.

“panggil aku seperti tadi Juragan Diran “rintih istriku “Lonte Yati … lonteku Yatiiii eeeccch eeccchhh eeeech …. “tiga genjotan dan dilepasnya batang kemaluan yang berkepala jamur hingga “Plok” saat kepala jamur lepas dari liang vagina istriku dan istriku pun dengan sempoyongan turun dari meja makan dan mulut istriku langsung mengulum dan mengempot batang kemaluan Juragan Diran dan kulihat air mani Juragan Diran memancar keras dan istriku kewalahan menelan air mani Juragan Diran. Istriku benar benar membersihkan sisa air mani yang tersisa di batang kemaluan Juragan Diran.

Malam itu, Juragan Diran mengantarkan aku dan istriku pulang dan malam itu, kulihat pertama kali istriku menerima bayaran atas pelayanan sex yang diberikan istriku pada lelaki tua itu, Juragan Diran.

Istriku tak pernah menyinggung masalah itu, tapi seminggu kemudian kudengar istriku menerima telepon dari Juragan Diran dan benar sore harinya istriku pulang dengan memakai sanggul. “Mas. Juragan Diran akan kemari dan menginap di rumah kita,”kata istriku tanpa beban.

Sore itu istriku mengenakan kebaya transparan merah tanpa BH dan aku hanya dapat melihat istriku menutup tubuhnya hanya dengan kain panjang yang dililitkan sekenanya sehingga kalau kaki istriku melangkah lebar maka paha padat istriku tersingkap.

Setelah makan malam, aku dan istriku duduk di ruang keluarga dan istriku tampak tenang sambil menonton televisi, sedangkan lidahku seolah kaku tanpa bisa menanyakan kenapa istriku tak menghiraukan aku lagi dan kudengar pintu depan diketuk. Istriku memakai selop hak tingginya dan bergegas ke depan.

Aku hanya dapat melihat bagaimana istriku menyambut Juragan Diran dengan berjongkok istriku menciumi selangkangan Juragan Diran setelah menutup pintu depan. “Juragan Diran …. Juragan Diran … lontemu rindu ..”kudengar bisikan istriku terus mencium selangkangan Juragan Diran yang mulai tersembul. “Suamimu ada Jeng Yati?”tanya Juragan Diran. “Ada, Juragan Diran “kata istriku sambil mendongakkan kepalanya. “Maaas ada Juragan Diran,” kata istriku mendekatiku dan kudengar Juragan Diran menutup selambu ruang tamu dan aku keluar. Juragan Diran menyorongkan tangannya dan bersalaman dengan ku.

“Pinjam istrimu malam ini, mas”kata Juragan Diran enteng dan duduk di kursi panjang dan istriku pun seperti seorang budak belian berjongkok di depan Juragan Diran sehingga tampak oleh Juragan Diran selangkangan istriku yang tak mengenakan celana dalam dan bulu-bulu kemaluan istriku pun tampak jelas terlihat oleh Juragan Diran. Juragan Diran kemudian menggosok-ngosok selangkangan istriku dengan punggung kaki kanannya sehingga kedua tangan istriku memegang betis Juragan Diran dan istriku merintih “Juraaagaan ……..eecch eeccch …..” Istriku yang berjongkok semakin mengkangkangkan kedua kakinya memberikan ruang punggung telapak kaki kanan Juragan Diran sehingga pantat bahenol istriku bergoyang oleh gosokan Juragan Diran.

Kulihat ibu jari kaki kanan Juragan Diran entah mengapa membesar seolah seperti batang kemaluan yang menegang saat digosok gosok dan “Juraagaaaan Diraaan eeccch kok dimasukkaaaan ….”rintih istriku dan aku yang hanya dapat berdiri di pinggir kursi panjang memperhatikan ibu jari kaki kanan Juragan Diran menembus masuk liang vagina istriku yang merintih rintih keenakkan dan kedua tangan istriku semakin erat memegang betis kaki kanan Juragan Diran, pantat bahenol istriku maju mundur dan “Eccch … maaas liaaaang kuuuu dikorek koreeeek ooocccch enaaak Juragan Diran …….” Pantat bahenol istriku semakin cepat maju mundur dan goyangan pantat bahenol istriku berputar putar seolah mengebor dan tersentak sentak keras.

Dengus nafas istriku terengah engah dan keringatnya membasahi kebaya transparan merahnya sehingga bulatan kedua payudara dan kedua puting susu istriku tampak karena kebaya transparannya yang basah lengket ke tubuh istriku.

“Ennnaacccch juraaagaaaaan ammmpfffuuuuun eeeccch aaaeeccch akuuuu keluaaar ngngngngngng ….”istriku mengerang erang tak karuan dan mengejan keras saat mencapai orgasme pertamanya.

Istriku duduk bersimpuh di antara kedua kaki Juragan Diran dimana ibu jari kaki kanan Juragan Diran masih menyumpal liang vagina istriku dan kepala istriku terkulai di paha kanan Juragan Diran dan selangkangan Juragan Diran telah menggelembung dan Juragan Diran membuka resleting celananya dan dikeluarkannya batang kemaluan yang panjang dan besar itu dan ujung batang kemaluannya yang besar seperti kepala jamur sudah menegang kaku. “Emut kontolku Jeng Yati…”kata Juragan Diran sambil menyorongkan kepala jamur batang kemaluan kemulut istriku. Istriku yang lunglaipun hanya dapat membuka mulutnya saat Juragan Diran mendesakkan kepala jamur batang kemaluannya ke mulut istriku. “Bbbeebbb …..”suara yang keluar dari mulut istriku saat batang kemaluan Juragan Diran menerobos masuk mulut istriku dan Juragan Diran terus memasukkan batang kemaluan nya semakin dalam ke mulut istriku, kedua tangan Juragan Diran memegang kepala istriku yang lunglai dan mulailah batang kemaluan Juragan Diran keluar masuk mulut istriku yang tergagap gagap karena besarnya batang kemaluan Juragan Diran. Tangan kiri istriku memegang batang kemaluan Juragan Diran karena Juragan Diran dengan kuanya mengeluar masukkan batang kemaluannya sehingga istriku tersedak sedangkan ibu jari kaki kanannya beraksi kembali mengorek ngorek liang vagina istriku dan tangan kanan istriku memeluk betis kaki kanan Juragan Diran. “Bbbbbhh bbbbbebebbbb …..”suara dari mulut istriku semakin keras karena mulut istriku dijejali oleh batang kemaluan Juragan Diran yang besar. “Jeng Yatiiii …. Jeng Yati …. cepaaat jeeeng ….oooocch …”Juragan Diran mengejan keras dan kulihat mulut istriku menggelembung sebentar dan “glek glek” kudengar istriku tengah menelan air mani Juragan Diran yang terus menyemprot ke mulut istriku terlihat dari pantat Juragan Diran yang tersentak sentak sekitar 5 kali dan dengan lahapnya istriku meminum pejuh Juragan Diran tanpa tersisa ataupun keluar dari mulutnya.

Juragan Diran menarik batang kemaluan nya dari mulut istriku dan anehnya batang kemaluan Juragan Diran masih tetap menegang kaku dan tangan Juragan Diran meraih kedua lengan istriku sehingga Juragan Diran kini istriku duduk di pangkuan Juragan Diran yang langsung meremas remas kedua payudara istriku.

“Juraaagaaan ….’desis istriku dan tangan kiri Juragan Diran meremas remas payudara kiri istriku sambil memeluk istriku sedangkan tangan kanan Juragan Diran menyusup ke kain panjang istriku menuju selangkangan istriku.

“Juragaaan … “istriku mendesis kembali saat tangan kanan Juragan Diran mulai menggosok-ngosok selangkangan istriku dan istriku merenggangkan kedua kakinya memberi tempat tangan kanan Juragan Diran yang menggosok-ngosok selangkangan istriku sehingga kain panjang istriku tersingkap memperlihatkan kedua paha padat dan selangkangan yang yang berbulu lebat itu.

“Aku suka jembut lebatmu, Jeng Yati..”bisik Juragan Diran sambil mengorek ngorek bibir vagina istriku yang semakin mendesah desah keenakkan dan bunyi “cek cek” di selangkangan istriku mulai terdengar menandakan lendir vagina istriku mulai keluar dan yang pasti nafsu istriku mulai meningkat. “Juragaan Diraaan eecch eeccch maaas ooccch jarimuuu besaaaar Juragaaan …eecch …”istriku mengerang saat Juragan Diran memasukkan jari jari-jari tangan nya ke dalam liang vagina istriku. Pantat bahenol istriku terguncang guncang dan maju mundur mengikuti keluar masuknya jari-jari tangan Juragan Diran di dalam liang vagina istriku.

“Eccch enaacckkk kelentiiitku digosok gosok …..”istriku semakin meracau seperti biasanya kala istriku merasakan kenikmatan yang amat sangat dimana liang vagina dikorek korek dan dikocok kocok oleh jari-jari tangan Juragan Diran dan kelentit istriku digosok gosok oleh ibu jari Juragan Diran. “Cepaaat Juragaaaaan … cepaaaaat … akuuuu nggaaaak taahaaaan Juraaagaaaan …… ngngngngngng .. ” istriku mengerang keras dan pantat bahenolnya tersentak sentak saat mengalami orgasme keduanya malam itu dan rupanya Juragan Diran terus melakukan manuvernya kini ketiga jarinya mengaruk garuk liang vagina istriku dengan memutar mutarkan jari-jari tangan dan kemudian menekuk keluar sehingga istriku mengerang hebat “Juraaaagaaaaan Diraaaaaan eeeccccchhh enaaaaachch .. ooch occhh occcch ooooocchhhhh …. ngngngngng ……:”pantat bahenol istriku tersentak sentak kembali saat mencapai orgasme ke empatnya kedua tangan istriku memeluk erat Juragan Diran dan menggosok-ngosok payudara kanannya ke wajah keriput Juragan Diran yang langsung menggigit kebaya transparan istriku hingga payudara kanan istriku terkual dan langsung dilahap oleh Juragan Diran dan istriku merintih kembali saat Juragan Diran menyedot nyedot payudara kanan istriku dan kudengar “sreep sreep …” air susu istriku keluar dan dengan semakin bersemangat lelaki tua itu menyedot nyedot payudara istriku.

“Juraaagaaan …….”istriku mendesah dan pelukan istriku semakin erat dan menekankan payudara kanannya ke mulut Juragan Diran. Tangan kiri istriku turun dan memegang tangan kanan Juragan Diran yang memulai mengorek ngorek liang vagina istriku kembali dan pantat bahenol istriku kembali bergetar. Rupanya istriku akan dibuat lemas oleh Juragan Diran, karena istriku tak tahan liang vaginanya dikorek korek oleh jari-jari tangan Juragan Diran menekuk dan terus menggaruk garuk liang vagina istriku.

“Sudaaaaah Juragan Diran akuuu lemaaas ooocccch kenaapaaaa akuuu teruusss ooocccchhh akuuu oooccch keluaaaaaar eeeecccch ……….”istriku mengerang saat orgasme kelima nya meledak pantat bahenol tersentak sentak kembali dan tubuhnya langsung lunglai ambruk ke Juragan Diran karena baru kali ini istriku mencapai lima orgasme dalam waktu singkat.

Juragan Diran memeluk erat istriku yang benar benar lunglai dan dengan terheran heran kulihat Juragan Diran menggendong istriku yang lunglai ke kamar tidurku dan menidurkan istriku layaknya permaisuri dengan mengecup kening istriku dan kembali ke ruang tamu dimana aku hanya berdiri terbengong bengong.

Juragan Diran meletakkan tubuh istriku yang lunglai di ranjang, sedangkan kedua kaki istriku terjuntai di lantai dan Juragan Diran menekuk kedua kaki istriku dan terkangkanglah kedua kaki istriku. Juragan Diran memegang kedua tekukan lutut istriku dan mulutnya langsung menuju selangkangan istriku yang sudah basah kuyup.

“Suudaah Juraagaan eeccchhh …..”rintih istriku dan kembali bunyi “srep srep” terdengar saat Juragan Diran menyedot nyedot bibir vagina istriku dan kudengar istriku mengerang kembali “Juraagaaan oooccchhh akuuu lemaaass Juraaagaaan Diraaaan ….suddd eeecchhhh akuuu nggak kuaat …”istriku mengerang keenakan oleh jilatan Juragan Diran yang benar-benar ahli memuaskan istriku. Dengus nafas istriku semakin cepat dan kedua payudara istriku naik turun dan langsung ditangkap oleh kedua tangan keriput Juragan Diran dan payudara istriku kini diremas remas oleh Juragan Diran.

Tak lama sesudah itu, “Juraaagaaaan akuuu keluaaar lagiiiii……”istriku pun tak kuat menahan kekuatan nafsunya dan pantat bahenol istriku pun tersentak sentak lemah dan istriku pun tertidaur kecapaian. Sedangkan Juragan Diran tak perduli dengan keadaan istriku yang tidur kecapaian langsung memasukkan batang kemaluannya yang besar itu ke liang vagina istriku dan entah berapa lama Juragan Diran menggenjot batang kemaluannya di dalam liang vagina istriku hingga akhirnya Juragan Diran mengujam keras batang kemaluannya di dalam liang vagina istriku disertai suara erangan saat airmani Juragan Diran menyembur di liang vagina istriku.

Malam itu, tanpa kasihan Juragan Diran menyetubuhi istriku berkali kali sampai akhirnya Juragan Diran berpamitan “Istrimu memang enak, mas. Liang vagina nya tetap menyedot nyedot walaupun dia pingsan, Terima kasih. Saya sudah ninggalin istrimu.” Dan aku hanya duduk terpaku melihat kepergiannya.

Tiada ulasan: