Ahad, 12 Oktober 2008

Peach Part 2

Oppsss....aku nak sambung cerita aku minggu lepas...ramai gals yang contact aku nak try ngan aku, don't worry....tapi aku tak suka nak hentam keromo jer......then ramai guys yang tanya pasal Ayu...sorry la...member dah jadi bini orang....aku tak nak kacau.....okay...

Peach kemudian menarik wajahku dan mencium lembut bibirku. Sesaat kemudian ia menaikkan kedua lututnya hingga di sisi pinggangku, kedua tangannya memeluk pinggangku. Dan sesaat kemudian tanganku bergerak membimbing batangku.... perlahan kudorong hingga bagian kepalanya menyentuh cipapnyaa .... kutatap wajahnya, sedang menggigit bibir. Kugoyangkan sedikit menyibak belahan cipapnya ... ia menahan napas. Ujung kepala batangku kini kurasa sudah berada di tempat yang tepat, kulepaskan genggaman tanganku ... kudorong perlahan ...Kukulum mulut Peach rapat. Mata Peach hanya terpejam-pejam dan dari kerongkonganya terdengar suara yang tidak jelas. Ketika baru kepala batangku masuk, Peach hanya mendelikkan matanya seakan-akan sukmanya terbang entah kemana.

Tapi bila kudorong untuk maju lagi, terasa seakan ada suatu selaput yang menyekat. Aku diam sejenak, kulepas bibir Peach, aku konsentrat untuk maju mendesak rongga cipapnya. Saat aku mendesak ke dalam, Peach menjerit lirih, kuku-kukunya mencengkam punggungku dan kakinya mengejang menahan sakit, hanya pelukannya padaku semakin erat. Kutekan perlahan, seperempat dari bagian kepala batangku mulai terbenam .... ia menahan napas .... kutekan lebih dalam lagi .... separuh dari bagian kepala kemaluanku melesak masuk .... aku menahan napas ..... dengan lebih bertenaga kudorong kemaluanku untuk masuk lebih dalam lagi. Achhh ! Terdengar rintihannya ketika seluruh kepala kemaluanku sudah terbenam kedalam liang hangat cipapnya.

Kuhela perlahan napasku, begitu ketatnya kurasakan ujung kemaluanku terjepit di dalam kemaluannya. Kukecup bibirnya, ia membalas dengan penuh nikmat, wajahnya semakin berkeringat. Beberapa saat kami terdiam dalam keadaan itu .... menikmati bagian awal dari gelombang lautan kenikmatan yang sedang menanti. Kemudian kurasakan tangannya meramas punggungku, bergerak turun ke bawah hingga berada di bontotku dan menekannya perlahan. Kutahu maksudnya, kutekan perlahan batangku .... ahhh ... kembali ia mendesah .... perlahan .... teramat perlahan namun tanpa menghentikannya .... kudorong batangku untuk terus maju .... sedikit demi sedikit batangku masuk menerobos liang cipapnya yang sudah basah kuyup itu .... teramat perlahan ... hingga akhirnya tak dapat maju lagi, hampir seluruh batangku terbenam sudah, mungkin hanya terlebih setengah inci berada di luar. Kurasakan betapa ketatnya lubang cipapnya mencengkam batangku

Peach merintih .... kurasakan batangku berdenyut-denyut. Kudengar dia merintih lagi, batangku semakin bergetar-getar, dia pun semakin merintih. Kutarik dengan perlahan batangku hingga tinggal bagian kepalanya yang masih tertinggal .... kutekan masuk kembali hingga terbenam keseluruhannya .... kutarik kembali .... kubenamkan lagi ... demikian seterusnya secara perlahan-lahan. Dari wajahnya , sebagaimana diriku, kulihat ia betul-betul menikmati setiap inci dari batangku yang keluar masuk menelusuri liang cipapnya perlahan-lahan. Kukayuh batangku dalam rentak yang sama, perlahan-lahan. Rintihan perlahan dari mulutnya semakin lama semakin mengasyikkan gerak keluar masuk batangku. Kedua tangannya mula bergerak naik dari bontot ke belakangku.

Peluh mula membasahi tubuh kami, wajah Peach semakin memerah, kedua matanya setengah terpejam, bibirnya sebentar merekah ... sebentar kemudian mengatup dan menggigit bibir ... merintih .... mendesah ... Luar biasa ! Betapa indahnya pemandangan dari wajah seorang wanita yang sedang berpacu menuju ke puncak kenikmatan. Dengan tanpa menghentikan kayuhan batangku, kuatur kembali nafasku untuk meredakan tanda-tanda dari bagian bawah yang mula terasa.

Kutarik batangku hingga hampir terlepas, mungkin hanya tinggal setengah dari bagian kepalanya yang masih terbenam. Kutekan masuk lagi, kuhentikan hingga hanya bagian kepalanya yang masuk. Kutarik kembali seperti semula .... kutekan lagi ...perlahan .... hanya bagian kepala dari batangku yang keluar masuk .... kupercepat sedikit ... lebih cepat lagi ... hingga menimbulkan suara kecipak yang serentak dengan rintihan-rintihan Peach. Begitu nikmatnya kurasakan kepala batangku seolah diramas-ramas oleh cipapnya Kedua tangannya meramas-ramas rambutku, bahuku, menyelinap ke bawah dan kemudian mencengkam otot dadaku. Tubuhnya mulai menggelinjang kesana sini, pinggangnya bergerak-gerak ke kanan, ke kiri, memutar, tak beraturan dan semakin lama semakin bergerak naik seolah ingin kembali membenamkan seluruh batangku .... kuimbangi dengan lebih menaikkan bagian bawah tubuhku .... kupertahankan kecepatan rentak keluar masukn batangku .... suara kecipak akibat gesekan kami berdua semakin terdengar .... pinggangnya semakin terangkat, pada saat itulah kuselipkan tangan kiriku ke bawah bontotnya, serentak itu pula Peach mengangkat dan melingkarkan kedua kakinya pada pinggangku. Kuhujamkan batangku masuk hingga terhenti dan terbenam seluruhnya, Peach memekik lirih .... kutekan lebih kuat lagi dan kutarik ke atas pantatnya, hingga kurasakan hujung batangku menyentuh dasar paling dalam cipapnya.

Kubenam mukaku pada lehernya,Peach memeluk erat leherku, beberapa saat kami terdiam dalam keadaan seperti itu. Kemudian ku gesek-gesek hujung batangku dengan dsar cipapnyaa ... tubuhnya menggeliat .... dari mulutnya terdengar erangan .... tak lama kemudian kurasakan dinding-dinding liang cipapnya mengemut kuat, satu tanda yang amat kukenal. Kuangkat kepalaku untuk menatap wajahnya. Wajahnya mendongak ke atas, kedua bola matanya sudah terbalik ke atas, mulutnya setengah terbuka memperlihatkan hujung lidahnya yang bergerak-gerak perlahan, kulit wajahnya yang putih itu sudah berubah merah padam. Seperti yang sudah kuduga, ia sudah berada di depan pintu gelombang orgasme yang dinanti-nantinya.

Kutarik perlahan batangku untuk keluar, pantas Peach mencengkam belakang pahaku untuk menahan gerakanku. Kuteruskan gerakan batangku hingga tinggal bagian kepalanya yang terbenam .... perlahan kusorong kembali .... kutarik kembali ... kusorong lagi .... keluar masuk perlahan-lahan ... kukerahkan tenagaku untuk menahan cengkaman tangannya yang semakin terasa menahan pahaku .... kemutan liang cipapnya semakin terasa .... terdengar jeritan keras keluar dari mulutnya yang terbuka disertai kemutan yang sangat hebat dari liang cipapnya .... kepalanya terangkat ke atas .... kuteruskan gerakan keluar masuk batangku secara perlahan-lahan .... kembali ia menjerit .... kembali kurasakan kemutan yang berturut-turut dalam liang cipapnya .... kepalanya semakin terangkat ke atas, tubuhnya melengkung ke depan, keselipkan tanganku ke bawah tubuhnya dan menopang kepalanya .... kugerakan terus batang kemaluanku secara perlahan-lahan ... kujaga gelombang kenikmatan yang sedang melanda dirinya selama mungkin .... dinding cipapnya terus menerus mengemut .... jeritan dan rintihan silih berganti terdengar dari mulutnya .... seluruh bagian batangku bagai diramas-ramas dan dikocok-kocok perlahan-lahan .... aduh nikmatnya ...., seluruh otot ditubuhku meregang .... kuhujamkan dan kubenamkan seluruh batangku sedalam-dalamnya .... kurengkuh bontotnya serapat yang boleh .... Peach menyambut dengan menarik tubuh dan leherku sekuat-kuatnya dengan kedua tangannya ... tubuh kami yang sudah basah kuyup dengan peluh kini lengket dan bersatu .... batangku bergetar dan berdenyut-denyut disambut dengan kemutan otot cipapnya .... jeritan-jeritan kenikmatannya semakin menjadi-jadi .... dinding cipapnya terus menerus mengocok dan menghisap batangku .... sesuatu bergerak mendesak dari dasarku .... bergerak naik ke atas melewati batangku .... dan akhirnya batangku bergetar hebat ....Peach menjerit-jerit histeria .... dan .... bagaikan air bah lahar kenikmatan menyembur-nyembur .... Peach menggigit bahuku sekuat-kuatnya.....

Akhirnya kejantananku luluh oleh kelembutan kewanitaannya. Kami sama-sama terdiam dalam dakapan masing-masing. Peach terbaring lemas, aku juga lemas tapi batangku belum sepenuhnya merunduk. Ketika aku menggerakkan badanku untuk merenggangkan badanku darinya, batangku mengeras kembali. Ternyata aku masih ingin kembali mengulangi sensasi tadi.

Malam itu kami bersama beberapa kali lagi. Kebetulan besoknya adalah hari minggu. Bermacam teknik berasmara kuajar Peach.

Sejak hari itu aku selalu main dengan Peach bila ada peluang. Well , she's a good partner. Hey, she calls me..see ya guys.


Nukilan
"Unknown"

Tiada ulasan: